
Program SMA Double Track SMAN Umbulsari menjadi bekal bagi A. Gilang Ramadhani untuk mengembangkan keterampilan tata rias, meraih prestasi, merintis usaha Gilang Wedding, dan membangun kemandirian sebagai alumni.
FLYER : Potret A. Gilang Ramadhani
UMBULSARI, SMAN Umbulsari Jember – Aneka kostum dan peralatan pernikahan tampak menghiasi ruangan, tempat seorang remaja berusia 17 tahun terlihat lihai merias wajah seorang muse. Di tengah aktivitas merias dan melayani berbagai kebutuhan acara pernikahan, A. Gilang Ramadhani menemukan ruang untuk mengasah keterampilan sekaligus mengenal dunia profesional sejak usia muda.
Dia adalah alumni yang kini mengembangkan keterampilan tata rias yang diperolehnya melalui Program Double Track di bangku SMA Negeri Umbulsari, Gilang tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik. Pada tahun 2023, ia mendapat kesempatan mengikuti Program Unicef Digital Skill dan dilanjutkan Program SMA Double Track, sebuah program yang memberikan ruang bagi murid SMA untuk mengembangkan keterampilan praktis di samping pendidikan akademik.
Kemudian Gilang mulai mengenal keterampilan tata rias dan berbagai kebutuhan dalam layanan pernikahan. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang kemudian ia bawa ke dunia kerja.
Ketertarikannya pada dunia tata rias pun terus berkembang. Saat duduk di kelas XI dan XII, Gilang mulai berani merintis usaha sendiri dengan nama Gilang Wedding. Usaha tersebut bergerak di bidang jasa tata rias untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rias karnaval, rias tari tradisional, tari modern dan kontemporer, rias wisuda, rias pengantin, hingga berbagai kebutuhan makeup untuk event lainnya.
Tidak hanya merintis usaha, Gilang juga terus mengasah kemampuannya melalui berbagai pengalaman. Dalam ajang Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) tingkat provinsi, ia bahkan selalu berhasil meraih Juara Best Makeup. Prestasi tersebut menjadi salah satu pengalaman yang semakin menumbuhkan keyakinan Gilang bahwa keterampilan tata rias yang dipelajarinya dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih besar.
Kini, Gilang telah menjadi alumni. Ia melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka Jurusan Pendidikan Ekonomi. Namun, di saat yang sama, ia tetap menjalankan dan mengembangkan Gilang Wedding sebagai usaha di bidang tata rias dan kebutuhan berbagai acara.
Menariknya, perjalanan usaha tersebut juga mulai membuka ruang bagi orang lain. Dalam menjalankan pekerjaannya, Gilang kini telah menggandeng alumni Program Double Track dari angkatan selanjutnya untuk membantunya sebagai asisten. Keterampilan yang dahulu ia dapatkan melalui program di sekolah, kini tidak hanya digunakan untuk mengembangkan dirinya sendiri, tetapi juga menjadi kesempatan bagi alumni lain untuk mendapatkan pengalaman dan belajar langsung dalam dunia kerja.
Sebuah perjalanan yang berawal dari keterampilan di bangku SMA, kemudian berkembang menjadi pengalaman, prestasi, peluang usaha, dan jalan menuju kemandirian.
Di tengah rutinitas belajar sebagai murid, Program Double Track menghadirkan pengalaman yang berbeda. Ia mendapatkan kesempatan untuk belajar keterampilan secara lebih praktis. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui teori, tetapi juga melalui proses mencoba, berlatih, memperbaiki kesalahan, dan menghasilkan sesuatu.
“Bagi saya, pengalaman selama mengikuti Double Track sangat membantu. Saya jadi punya keterampilan yang bisa dipraktikkan dan lebih percaya diri ketika mulai melayani orang lain,” lanjutnya.
Gilang mengaku, bekerja di usia muda juga memberinya banyak pengalaman baru. Ia belajar bahwa keterampilan tidak hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang bagaimana berkomunikasi, memahami keinginan pelanggan, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Pengalaman mengikuti berbagai kegiatan dan menangani beragam kebutuhan tata rias membuatnya semakin memahami bahwa dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dibutuhkan keberanian untuk mencoba, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan orang lain.
Bagi Gilang, pengalaman tersebut tidak berhenti pada keterampilan yang dipelajari di bangku sekolah. Ada kesadaran yang tumbuh bahwa kemampuan yang dimiliki dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh.
Kesadaran itu menjadi titik awal. Dari rasa percaya diri, tumbuh keberanian untuk mencoba. Dari keberanian mencoba, lahir pengalaman. Dan dari pengalaman, peluang perlahan terbuka.
Itulah salah satu nilai yang dirasakan Gilang dari pengalaman mengikuti Program SMA Double Track. Program tersebut tidak hanya membekalinya dengan keterampilan tata rias, tetapi juga mendorongnya untuk berani mempraktikkan kemampuan, mengikuti berbagai kegiatan, meraih prestasi, hingga mengenal dunia kerja secara langsung.
Ketika meninggalkan SMA Negeri Umbulsari, Gilang tidak hanya membawa pengalaman belajar. Ia juga membawa keterampilan, prestasi, jaringan, serta keyakinan bahwa kemampuan yang dimilikinya dapat terus dikembangkan menjadi peluang di masa depan.
Bahkan, apa yang ia mulai dari bangku SMA kini berkembang menjadi usaha yang melibatkan orang lain. Dari seorang murid yang belajar keterampilan tata rias, Gilang tumbuh menjadi seorang alumni yang berani membangun usaha sekaligus memberikan ruang belajar dan pengalaman bagi alumni Double Track dari generasi berikutnya.
Sebagai alumni yang pernah merasakan langsung pengalaman Program Double Track, Gilang berharap program tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya. Ia berharap semakin banyak murid SMAN Umbulsari yang memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan keberanian untuk menghadapi berbagai pilihan setelah lulus.
“Saya berharap Program Double Track SMAN Umbulsari dapat melahirkan murid yang terampil, mandiri, dan mampu menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha,” ungkapnya. (fik)